
Surabaya, – Newsglobalindo.net// Kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di salah satu tempat spa Surabaya memantik reaksi keras. Bukan hanya DPRD, tapi juga pimpinan Redaksi
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Muhammad Saifuddin alias Bang Udin langsung menekan Satpol PP Surabaya. Ia minta penegakan Peraturan Daerah (Perda ) dilakukan tanpa pandang bulu. Jangan tajam ke bawah, tumpul ke atas.
“PKL ditertibkan tiap hari. Giliran spa diduga ada TPPO, jangan pura-pura buta. Kalau melanggar Perda, sikat. Segel kalau perlu. Hukum itu harus adil,” tegas Bang Udin, Kamis 4/6/2026.
Menurutnya, Surabaya tidak bisa disebut “kota ramah anak” kalau praktik eksploitasi masih dibiarkan. TPPO bukan pelanggaran biasa. Ini kejahatan yang merusak masa depan generasi.
*Pimpinan Redaksi Memberikan Apresiasi, Tapi Jangan Stop di Omongan*
Langkah Bang Udin diapresiasi pimpinan Redaksi media On Line Aba Yusuf.sering menyaksikan Satpol PP Tertibkan pedagang Kaki Lima . Beliau menilai suara DPRD itu mewakili keresahan publik.
“Kami apresiasi ketegasan Bang Udin. Tapi apresiasi tanpa aksi sama saja nol. Satpol PP Surabaya sekarang diuji. Buktikan Perda bukan cuma untuk menertibkan gerobak PKL, tapi juga berani menyegel usaha yang diduga melanggar berat,” ujar
Aba Yusuf mendorong Satpol PP segera turun lapangan, audit izin usaha, izin tenaga kerja, dan standar operasional spa. Jika ditemukan pelanggaran administrasi, jangan ragu cabut izin dan segel tempat usaha.
“Jangan tunggu korban bertambah. Jangan tunggu viral dulu baru bergerak. Itu namanya pemadam kebakaran, bukan pencegahan,” sindirnya.
Bang Udin menegaskan Komisi A akan sidak langsung ke lokasi. Jika Satpol PP lamban, pihaknya siap memanggil Kasatpol PP untuk dievaluasi. Ranah pidana diserahkan ke polisi, ranah Perda jadi tanggung jawab Pemkot.
“Segel itu bukan kejam. Segel itu menyelamatkan. Selamatkan anak-anak Surabaya dari jaringan TPPO,” pungkas Bang Udin.
*Tag:*
#SatpolPP #Surabaya #TPPO #BangUdin #DPRDSurabaya #AbiMunif #LPKAN #PKL #KotaRamahAnak #TindakTegas
*Penulis: Iswandi/gondrong
*Editor: Purwati
